Posts Tagged ‘uang’

Dollar Terpuruk, Emas Kembali Cetak Rekor

Monday, November 9th, 2009
Dollar Terpuruk, Emas Kembali Cetak Rekor

JAKARTA – Seakan tak mengenal lelah, harga emas kembali menyentuh harga tertinggi. Senin (9/11), hingga pukul 11.42 WIB, harga emas di bursa berjangka Comex bertengger di 1.105,11 dollar AS per troy ounce, atau menguat 0,8 persen ketimbang sebelumnya.

Kali ini ada dua penyebab yang mengakibatkan harga emas kian meroket. Pertama, rendahnya suku bunga Amerika Serikat. Ini mengakibatkan investor dunia melakukan aksi carry trade yang berujung pada melemahnya mata uang dollar AS. Akhirnya, ongkos untuk membeli komoditas berbasis “duit hijau” semakin murah.
(more…)

Konser “Glow” Picu Permusuhan Melly Goeslaw-KD?

Saturday, October 24th, 2009
Konser “Glow” Picu Permusuhan Melly Goeslaw-KD?

JAKARTA – Glow, konser tunggal Melly Goeslaw yang diproduksi oleh KD Production beberapa waktu lalu, dikabarkan telah menyisakan perkara antara Melly dengan Krisdayanti (KD).  KD disebut-sebut  tak membayar uang sebesar  Rp 200 juta yang menjadi hak Melly. Benarkah?

“Saya selalu mensupport mereka, kalau ada masalah tanya ke pihak mereka,” tandas Melly usai menggelar acara Gabungan Artis dan Seniman Sunda, di Just Steak Mahakam, Kamis (15/10) malam.
(more…)

Pertahanan Hadapi “Gempa Kedua”

Saturday, July 18th, 2009
Pertahanan Hadapi “Gempa Kedua”

Krisis yang bersumber dan berepisentrum di negara-negara maju membuat negara-negara berkembang yang ”tak berdosa” juga ikut babak belur. Kawasan emerging markets Asia yang semula dianggap relatif steril dari dampak krisis AS pun mendapat pukulan yang jauh lebih keras dibandingkan dengan yang mereka alami pada krisis finansial 1997/1998.

Untuk meredam dampak krisis global, secara kolektif emerging markets Asia sejauh ini sudah merencanakan untuk menggelontorkan sekitar 700 miliar dollar AS dalam bentuk stimulus fiskal. Pada saat yang sama, bank-bank sentral di kawasan ini juga berlomba-lomba menurunkan suku bunga guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang mengalami perlambatan tajam di tengah penurunan permintaan ekspor global.

Sudahkah itu membuat Asia aman? Ternyata tidak. Seperti diingatkan Bank Dunia, stimulus hanya mampu mengurangi daya rusak dari krisis global, tetapi tak mampu mengompensasi kolapsnya permintaan global atau mengembalikan potensi pertumbuhan ekonomi yang dimiliki emerging markets.

Efektivitas stimulus juga masih sangat tergantung arah dan pelaksanaan di lapangan, serta respons dunia usaha dan masyarakat terhadap paket yang digelontorkan.

Terus memburuknya intensitas krisis ekonomi di negara maju membuat banyak negara dan lembaga dipaksa merevisi kembali target dan prediksi ekonominya.

IMF merevisi perkiraan pertumbuhan ekonomi global tahun 2009 dari 2,2 persen (versi November 2008) menjadi hanya 0,5 persen. Dengan semua macan Asia (Korea Selatan, Taiwan, Hongkong, dan Singapura) mengalami resesi, proyeksi pertumbuhan negara berkembang Asia juga dipangkas menjadi 5,5 persen. China diperkirakan hanya tumbuh 6,7 persen, dari 8,5 persen tahun 2008.
(more…)

KeMana Uang Itu Mengalir?

Saturday, July 18th, 2009
KeMana Uang Itu Mengalir?

Pemerintah telah menetapkan anggaran Rp 10,2 triliun untuk menambah alokasi anggaran proyek infrastruktur yang telah ditetapkan dalam APBN 2009 senilai Rp 102 triliun. Dana itu disiapkan sebagai salah satu langkah untuk antisipasi menghadapi memburuknya krisis ekonomi global.

Melalui dana stimulus itu diharapkan bisa membuka lapangan kerja untuk mempertahankan daya beli masyarakat. Namun, ke mana uang Rp 10,2 triliun itu mengalir? Itu belum jelas. Sebagai patokan, dalam tajuk The Economist, majalah yang sudah berusia 166 tahun, edisi 24 Januari 2009, disebutkan bahwa efektivitas stimulus sangat ditentukan dua hal. Pertama, skala atau nilai stimulusnya. Kedua, bentuk dari stimulus itu.

Kompas mendapatkan penjelasan mengenai aliran ini cukup lengkap dari Kantor Menteri Koordinator Perekonomian. Namun, efektivitas anggarannya sangat tergantung dari departemen teknis sebagai pelaksana.

Pada akhir tahun 2008, saat pemerintah mulai mengumumkan niatnya untuk menambah anggaran infrastruktur dalam mengantisipasi memburuknya krisis ekonomi, banyak departemen teknis yang dengan kehausan menyampaikan proposal kepada Kementerian Koordinator Perekonomian.
(more…)