Posts Tagged ‘stabil’

BI Rate Turun Lagi Jadi 6,75 Persen

Monday, July 20th, 2009
BI Rate Turun Lagi Jadi 6,75 Persen

JAKARTA — Bank Indonesia kembali menurunkan suku bunga acuannya (BI Rate) sebesar 25 basis poin menjadi 6,75 persen. Penurunan BI Rate ini mempertimbagkan kondisi perekonomian global triwulan II-2009 yang mulai pulih.

“Kami memutuskan untuk menurunkan BI Rate 25 bsp dari 7 persen menjadi 6,75 persen,” kata Pjs Gubernur BI Miranda Goeltom di sela-sela jumpa pers di Gedung BI, Jakarta, Jumat (3/7).

Miranda mengatakan, saat ini di negara maju, tanda-tanda awal stabilisasi pemulihan ekonomi sudah berlangsung. Di negara emerging, pemulihan ekonomi semakin menunjukkan penguatan seperti yang dialami China, India, dan Korea Selatan.

“Kecenderungan perekonomian global yang membaik memberikan dampak positif terhadap kinerja ekonomi Indonesia dalam triwulan II-2009,” ujarnya.

Selain itu, penurunan BI Rate juga mempertimbangkan kondisi dalam negeri yang sudah mulai pulih akibat dampak krisis ekonomi global. Inflasi terus menurun, nilai tukar rupiah stabil, dan stabilitas sistem perbankan nasional tetap terjaga. “Dengan penurunan BI Rate, diharapkan bisa mempercepat penyaluran kredit dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi,” tuturnya.

Pertumbuhan Industri Roda Dua Bakal Linear

Sunday, July 19th, 2009
Pertumbuhan Industri Roda Dua Bakal Linear

JAKARTA — Kondisi industri kendaraan bermotor roda dua hingga tahun 2030 diasumsikan pertumbuhannya linear. Selain itu, potensi pasar mengalami kejenuhan pada rasio kepemilikan kendaraan bermotor dua orang per unit, seiring peningkatan pendapatan dan daya beli masyarakat.

Demikian diungkap Ketua Umum Asosiasi Industri Kendaraan Bermotor Seluruh Indonesia (AISI) Gunadi Sindhuwinata dalam Visi 2030 dan Roadmap 2015 Industri Nasional di Jakarta, Selasa (14/7). Gunadi menjelaskan, hingga tahun 2030, AISI melihat terjadi perbaikan infrastruktur, baik jumlah maupun mutu.

Selain itu, AISI melihat ASEAN sebagai satu pasar kesatuan yang besar setelah China. Ekspor diperkirakan terkendala peraturan pengembangan industri dalam negeri negara tujuan. Sebagai pasar terbesar di ASEAN, Indonesia merupakan home base tumbuhnya industri sepeda motor melalui industri komponen bila kondisi politik dan keamanan stabil.

Pertahanan Hadapi “Gempa Kedua”

Saturday, July 18th, 2009
Pertahanan Hadapi “Gempa Kedua”

Krisis yang bersumber dan berepisentrum di negara-negara maju membuat negara-negara berkembang yang ”tak berdosa” juga ikut babak belur. Kawasan emerging markets Asia yang semula dianggap relatif steril dari dampak krisis AS pun mendapat pukulan yang jauh lebih keras dibandingkan dengan yang mereka alami pada krisis finansial 1997/1998.

Untuk meredam dampak krisis global, secara kolektif emerging markets Asia sejauh ini sudah merencanakan untuk menggelontorkan sekitar 700 miliar dollar AS dalam bentuk stimulus fiskal. Pada saat yang sama, bank-bank sentral di kawasan ini juga berlomba-lomba menurunkan suku bunga guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang mengalami perlambatan tajam di tengah penurunan permintaan ekspor global.

Sudahkah itu membuat Asia aman? Ternyata tidak. Seperti diingatkan Bank Dunia, stimulus hanya mampu mengurangi daya rusak dari krisis global, tetapi tak mampu mengompensasi kolapsnya permintaan global atau mengembalikan potensi pertumbuhan ekonomi yang dimiliki emerging markets.

Efektivitas stimulus juga masih sangat tergantung arah dan pelaksanaan di lapangan, serta respons dunia usaha dan masyarakat terhadap paket yang digelontorkan.

Terus memburuknya intensitas krisis ekonomi di negara maju membuat banyak negara dan lembaga dipaksa merevisi kembali target dan prediksi ekonominya.

IMF merevisi perkiraan pertumbuhan ekonomi global tahun 2009 dari 2,2 persen (versi November 2008) menjadi hanya 0,5 persen. Dengan semua macan Asia (Korea Selatan, Taiwan, Hongkong, dan Singapura) mengalami resesi, proyeksi pertumbuhan negara berkembang Asia juga dipangkas menjadi 5,5 persen. China diperkirakan hanya tumbuh 6,7 persen, dari 8,5 persen tahun 2008.
(more…)