Posts Tagged ‘pertumbuhan ekonomi’

Berperang Tanpa Amunisi yang Memadai

Monday, January 4th, 2010
Berperang Tanpa Amunisi yang Memadai

Niat pemerintah jelas, menggelar ”perang” menekan angka pengangguran terbuka yang sudah 8,96 juta orang per Agustus 2009. Angka yang mencengangkan karena mencapai 8,14 persen dari total angkatan 113,83 juta orang. Padahal, rata-rata pertambahan angkatan kerja 2,32 juta orang (Agustus 2008 ke Agustus 2009). Sebuah bom waktu dengan kekuatan dahsyat yang harus segera bisa dijinakkan.

Agar ”perang” ini sukses, tidak bisa lain harus ada pertumbuhan ekonomi yang berkualitas. Ini senjata pamungkas. Pertumbuhan ekonomi yang didorong investasi dan ekspor. Pertumbuhan ekonomi dari sektor jasa dan konsumsi tidak banyak kualitas diukur dari daya serap tenaga kerja.
(more…)

BI: Tingkat Saving Masyarakat Masih Kecil

Thursday, October 15th, 2009
BI: Tingkat Saving Masyarakat Masih Kecil

JAKARTA – Tingkat menabung (saving) masyarakat Indonesia terbilang lebih kecil dibandingkan negara lain. Padahal, tingkat saving dibutuhkan untuk membiayai investasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Demikian disampaikan Pjs Gubernur Bank Indonesia (BI) Darmin Nasution, Rabu (14/10).

“Tingkat saving masyarakat kita relatif rendah dibandingkan negara lain yang pendapatan per kapitanya sama. Kalau investasi lebih tinggi dari saving, maka perekonomian harus mencari jalan untuk tumbuh,” jelasnya di gedung BI, Jakarta.
(more…)

BI Rate Turun Lagi Jadi 6,75 Persen

Monday, July 20th, 2009
BI Rate Turun Lagi Jadi 6,75 Persen

JAKARTA — Bank Indonesia kembali menurunkan suku bunga acuannya (BI Rate) sebesar 25 basis poin menjadi 6,75 persen. Penurunan BI Rate ini mempertimbagkan kondisi perekonomian global triwulan II-2009 yang mulai pulih.

“Kami memutuskan untuk menurunkan BI Rate 25 bsp dari 7 persen menjadi 6,75 persen,” kata Pjs Gubernur BI Miranda Goeltom di sela-sela jumpa pers di Gedung BI, Jakarta, Jumat (3/7).

Miranda mengatakan, saat ini di negara maju, tanda-tanda awal stabilisasi pemulihan ekonomi sudah berlangsung. Di negara emerging, pemulihan ekonomi semakin menunjukkan penguatan seperti yang dialami China, India, dan Korea Selatan.

“Kecenderungan perekonomian global yang membaik memberikan dampak positif terhadap kinerja ekonomi Indonesia dalam triwulan II-2009,” ujarnya.

Selain itu, penurunan BI Rate juga mempertimbangkan kondisi dalam negeri yang sudah mulai pulih akibat dampak krisis ekonomi global. Inflasi terus menurun, nilai tukar rupiah stabil, dan stabilitas sistem perbankan nasional tetap terjaga. “Dengan penurunan BI Rate, diharapkan bisa mempercepat penyaluran kredit dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi,” tuturnya.