Posts Tagged ‘namun’

Butuh Kreativitas Orangtua

Sunday, July 26th, 2009
Butuh Kreativitas Orangtua

UNTUK mencerdaskan anak, berbagai cara dilakukan orangtua. Salah satunya adalah memasukkan mereka ke sekolah (preshool) sejak masih balita.

Namun, ternyata hal tersebut tidak perlu dilakukan karena orangtua bisa mengasuh dan tetap bisa mencerdaskan anak walaupun di rumah. Untuk ibu yang mendidik anaknya di rumah, dapat menggunakan cara-cara kreatif yang menstimulasi si anak.

“Cari alat stimulasi yang mudah. Misalnya menstimulasi bunyi-bunyian dari peralatan kaca, atau menggunakan jari-jari tangan untuk berkomunikasi dengan cara unik, lucu, dan menarik bagi anak,” tutur psikolog anak, Dr Rose Mini AP Mpsi.

Dia juga menuturkan bahwa pada dasarnya bagi anak-anak, bermain merupakan suatu kegiatan yang disenangi anak tanpa adanya keterpaksaan, dan merupakan cara belajar yang paling alami serta dapat mengembangkan seluruh aspek perkembangan anak.
(more…)

Duh, si Kecil Ogah Minum Obat

Saturday, July 25th, 2009
Duh, si Kecil Ogah Minum Obat

MEMBUJUK anak minum obat bukan perkara mudah.Ibu bilang,gampang-gampang susah! Ketahui triknya agar minum obat tidak membuahkan trauma pada si kecil.

Obat itu pahit dan tidak enak! Begitulah persepsi yang seolah sudah terpatri di benak sebagian besar orang, termasuk anak kecil. Akibat sudah tersugesti demikian, bayangan akan rasa obat yang pahit dan baunya yang tidak enak sudah muncul, bahkan sebelum menelannya.Keraguan dan ketakutan yang sudah lebih dulu timbul menyebabkan anak bersikap “tidak sepenuh hati” ketika menelan obat.

Akibatnya, obat sulit masuk, baru ditelan sudah dimuntahkan. Memasukkan obat ke dalam badan melalui mulut sebenarnya berlangsung sangat singkat dalam hitungan detik. Adapun yang kerap jadi bumerang bagi orangtua, terutama para ibu, adalah prosesi sebelum minum obat yang acapkali menyita waktu cukup lama. Apalagi pada anak yang baru pertama kali minum obat sendiri (artinya bukan saat bayi), perlu waktu dan kesabaran ekstra untuk membujuk dan mengajarinya.
(more…)

Industri Asuransi Jiwa Tetap Optimistis

Monday, July 20th, 2009
Industri Asuransi Jiwa Tetap Optimistis

JAKARTA — Industri asuransi jiwa diperkirakan akan bertumbuh pesat, demikian halnya dengan agen penjual asuransi. Sampai tahun 2012, diperkirakan agen penjual asuransi jiwa mencapat 500 orang.

“Sekarang jumlah agen asuransi jiwa yang ada sebanyak 330 agen, jika kondisi ekonomi semakin membaik, maka tahun 2012 agen asuransi jiwa dapat meningkat menjadi 500 orang,” terang Evelina F Petruscha, Ketua Umum Asuransi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), di Jakarta, Kamis (2/7).

Untuk aset, kata dia, diperkirakan juga akan meningkat, pada tahun 2014 aset asuransi jiwa diprediksi akan menyentuh angka Rp 500 triliun. “Di negara maju asetnya sepertiga dari aset perbankan, jika pada tahun 2014 jumlah aset perbankan adalah Rp 16.000 triliun maka aset asuransi jiwa sebesar Rp 500 triliun,” jelasnya.
(more…)

KeMana Uang Itu Mengalir?

Saturday, July 18th, 2009
KeMana Uang Itu Mengalir?

Pemerintah telah menetapkan anggaran Rp 10,2 triliun untuk menambah alokasi anggaran proyek infrastruktur yang telah ditetapkan dalam APBN 2009 senilai Rp 102 triliun. Dana itu disiapkan sebagai salah satu langkah untuk antisipasi menghadapi memburuknya krisis ekonomi global.

Melalui dana stimulus itu diharapkan bisa membuka lapangan kerja untuk mempertahankan daya beli masyarakat. Namun, ke mana uang Rp 10,2 triliun itu mengalir? Itu belum jelas. Sebagai patokan, dalam tajuk The Economist, majalah yang sudah berusia 166 tahun, edisi 24 Januari 2009, disebutkan bahwa efektivitas stimulus sangat ditentukan dua hal. Pertama, skala atau nilai stimulusnya. Kedua, bentuk dari stimulus itu.

Kompas mendapatkan penjelasan mengenai aliran ini cukup lengkap dari Kantor Menteri Koordinator Perekonomian. Namun, efektivitas anggarannya sangat tergantung dari departemen teknis sebagai pelaksana.

Pada akhir tahun 2008, saat pemerintah mulai mengumumkan niatnya untuk menambah anggaran infrastruktur dalam mengantisipasi memburuknya krisis ekonomi, banyak departemen teknis yang dengan kehausan menyampaikan proposal kepada Kementerian Koordinator Perekonomian.
(more…)