JAKARTA — Industri elektronik masih menghadapi banyak kendala di negeri ini. Masalah utamanya adalah suplai dari produksi dalam negeri masih rendah karena produk jadinya hanya 34 persen, sedangkan komponennya sekitar 40 persen.
Ketua Umum Gabungan Elektronika Ali Soebroto dalam Workshop Visi 2030 dan Roadmap 2010-2015 Kadin Indonesia di Jakarta, Selasa (14/7), mengemukakan hal itu di depan rapat yang dipimpin Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Rahmat Gobel dan pengamat ekonomi Faisal Basri.
Ali mengatakan, masalah lain yang masih mengadang adalah supporting industri yang tidak mengakar. Komponen dan bahan baku utama masih mengandalkan impor. Di samping itu, penyelundupan yang mengganggu pasar dalam negeri pun masih terjadi.
Dari sisi sumber daya manusia, tenaga kerja industri elektronik masih terbatas. “Kita membutuhkan sejumlah strategi untuk keluar dari berbagai masalah ini,” ujar Ali.
