Posts Tagged ‘karena’

Tidak Perlu KLB Flu A-H1N1

Wednesday, August 26th, 2009
Tidak Perlu KLB Flu A-H1N1

SURABAYA — Pemerintah tidak perlu menyatakan penyebaran flu A-H1N1 sebagai kejadian luar biasa. Namun, tetap harus ada kewaspadaan kemungkinan koalisi virus itu dengan virus flu A-H5N1.

Pakar influenza Universitas Airlangga CA Nidom mengatakan, virus A-H1N1 belum pernah menjadi penyebab kematian. Selama ini, virus itu hanya menjadi pemicu penyakit lain yang menyebabkan kematian.

“Tidak perlu ada declare KLB (kejadian luar biasa) dari sisi A-H1N1,” ujarnya di Surabaya, Selasa (25/8).
(more…)

Butuh Kreativitas Orangtua

Sunday, July 26th, 2009
Butuh Kreativitas Orangtua

UNTUK mencerdaskan anak, berbagai cara dilakukan orangtua. Salah satunya adalah memasukkan mereka ke sekolah (preshool) sejak masih balita.

Namun, ternyata hal tersebut tidak perlu dilakukan karena orangtua bisa mengasuh dan tetap bisa mencerdaskan anak walaupun di rumah. Untuk ibu yang mendidik anaknya di rumah, dapat menggunakan cara-cara kreatif yang menstimulasi si anak.

“Cari alat stimulasi yang mudah. Misalnya menstimulasi bunyi-bunyian dari peralatan kaca, atau menggunakan jari-jari tangan untuk berkomunikasi dengan cara unik, lucu, dan menarik bagi anak,” tutur psikolog anak, Dr Rose Mini AP Mpsi.

Dia juga menuturkan bahwa pada dasarnya bagi anak-anak, bermain merupakan suatu kegiatan yang disenangi anak tanpa adanya keterpaksaan, dan merupakan cara belajar yang paling alami serta dapat mengembangkan seluruh aspek perkembangan anak.
(more…)

Sudahkah Anak Anda Punya Cita-Cita?

Sunday, July 26th, 2009
Sudahkah Anak Anda Punya Cita-Cita?

SETIAP orang berhak punya cita-cita yang mencerminkan keinginan, harapan, dan perwujudan prinsip. Walau kerap berubah, biarkan anak Anda memiliki cita-cita. Seperti apa cita-citanya? Menjadi dokter, guru, polisi, insinyur.

Demikian jawaban standar yang kerap dilontarkan ketika anak ditanyai tentang cita-citanya. Umumnya anak-anak usia TK dan awal SD belum paham betul makna cita-citanya. Ada yang sekadar ikut-ikutan temannya, ingin seperti orangtuanya, atau karena kagum pada tokoh atau figur profesi tertentu.

Sebagai contoh, anak yang ingin menjadi musisi atau pelukis mungkin dikarenakan orangtuanya juga seorang musisi atau pelukis; anak yang bercita-cita menjadi guru atau dokter karena menganggap guru itu pintar dan dokter itu bisa menyembuhkan penyakit; atau anak yang ingin menjadi polisi atau insinyur sebab menurutnya polisi itu gagah, sedangkan insinyur bisa membangun gedung-gedung tinggi.

Ya, cita-cita anak kerap dipengaruhi persepsinya terhadap profesi tersebut, jadi jangan heran bila selalu berubah-ubah. Satu waktu bilang ingin jadi dokter, lain kali ngebet ingin jadi astronot misalnya. (more…)

RI Dapat Tambahan Cadangan Yen

Monday, July 20th, 2009
RI Dapat Tambahan Cadangan Yen

JAKARTA – Indonesia memperoleh tambahan cadangan devisa siaga dalam bentuk yen Jepang. Ini akan menambah cadangan devisa yang sebelumnya sudah ditandatangani antara pemerintah Indonesia dan Jepang, yakni sebesar 12 miliar dollar AS.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal Departemen Keuangan Anggito Abimanyu mengungkapkan hal itu di Jakarta, Kamis (2/7).

Perjanjian tukar-menukar valuta asing secara bilateral (bilateral swap arrangement/BSA) terdahulu yang telah dilakukan dengan Jepang hanya memberikan tambahan cadangan devisa dalam bentuk dollar AS.
(more…)

Obama Khawatirkan Lonjakan Pengangguran di AS

Sunday, July 19th, 2009
Obama Khawatirkan Lonjakan Pengangguran di AS

WASHINGTON — Presiden AS Barack Obama menolak memprediksi hingga seberapa besar jumlah pengangguran di AS. Namun, Obama memperkirakan, angka pengangguran ini akan terus memburuk saat isyarat pemulihan ekonomi AS belum dapat menjamin penyerapan tenaga kerja.

“Belum diketahui pasti seberapa besar lapangan kerja berpotensi menyerap tenaga kerja,” ujar Obama saat akan menuju Michigan, wilayah dengan kondisi ekonomi yang terkena dampak terburuk dari krisis keuangan. “Ekspektasi saya adalah kemungkinan jumlah pengangguran akan terus bertambah dalam beberapa bulan mendatang.”

Tingkat pengangguran di AS telah mencapai 9,5 persen atau tertinggi dalam 26 tahun terakhir. Lewat keterangan pers yang disampaikan di Gedung Putih, Obama menerangkan bahwa stabilisasi pasar keuangan telah memungkinkan sejumlah bank untuk kembali mengucurkan kredit dan beberapa usaha kecil tetap bergeliat.

Namun, Obama menjelaskan, pemerintahnya sadar bahwa faktor terpenting adalah, apakah para tenaga kerja itu mendapatkan bayaran yang layak. Lebih dari 2 juta warga AS telah kehilangan pekerjaan sejak Kongres meloloskan paket stimulus ekonomi senilai 787 miliar dollar AS yang diajukan oleh Obama. Menurut Obama, tanpa intervensi pemerintahnya itu, negara bagian, seperti Michigan, akan mengalami kondisi lebih buruk karena harus memecat lebih banyak tenaga guru, petugas pemadam kebakaran, dan mereka dari profesi lainnya.

Gedung Putih telah dikritik karena terlalu optimistis dengan proyeksi penyerapan tenaga kerja. Tepat 10 hari sebelum menjabat, penasihat ekonomi terkemuka Obama mengeluarkan sebuah laporan yang memprediksi tingkat pengangguran akan tetap berada pada 8 persen atau di bawah angka tersebut tahun ini apabila rancangan stimulus ekonomi diloloskan oleh Kongres.