Perlu Terobosan Atasi Krisis Listrik

Perlu Terobosan Atasi Krisis Listrik

Krisis kelistrikan yang terjadi tahun 2009 ibarat ”bom waktu” yang sudah diramalkan banyak pihak bakal meledak. Pengelolaan sistem kelistrikan selama ini belum cukup untuk mengatasi masalah kelistrikan yang berlangsung sejak lama hingga akhirnya ”bom waktu” itu meledak dan berdampak luas.

Pemadaman listrik secara bergilir terjadi di berbagai tempat di Tanah Air. Bahkan, sebagian wilayah Ibu Kota Jakarta dan sekitarnya yang selama ini terang-benderang, didukung infrastruktur memadai, dan pasokan listrik berlimpah, ikut-ikutan gelap gulita gara-gara listrik padam. Ini bukan hanya terjadi satu-dua malam, tetapi berlangsung selama berbulan-bulan.

Hal ini mengakibatkan berbagai aktivitas ratusan ribu rumah tangga terganggu. Di kalangan industri, pemadaman listrik ini menimbulkan kerugian hingga triliunan rupiah karena aktivitas produksi terhenti atau harus menambah ongkos produksi karena memakai mesin pembangkit (genset).

Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral mencatat, rasio elektrifikasi baru 65,1 persen. Bahkan, di sejumlah provinsi rasionya kurang dari itu, di antaranya Nusa Tenggara Timur (24,55 persen), serta Papua dan Papua Barat (32,35 persen).

Sebanyak 14 wilayah mengalami defisit daya, antara lain di Sumatera bagian utara, Sumatera bagian selatan, Jawa, Madura dan Bali, serta Sulawesi Selatan.

Kondisi krisis penyediaan tenaga listrik saat ini berpangkal dari pertumbuhan beban yang jauh melampaui perkiraan.

Setiap tahun, permintaan pasokan listrik tumbuh rata-rata 6,9 persen. Kian tingginya tingkat konsums

Tags: , , , ,

Leave a Reply