JAKARTA – Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan sesi siang terpantau makin anjlok saja setelah tadi pagi juga dibuka merosot.
Indeks saham pada penutupan perdagangan Kamis (21/1/2010) siang anjlok 23,92 poin atau setara 0,90 persen ke level 2.643,35. Sementara itu indeks LQ45 juga turun 5,94 poin ke posisi 519,56. Sedangkan Jakarta Islamic Indeks (JII) melemah tipis 4,05 poin ke posisi 436,46.
Volume perdagangan tercatat sebanyak 1,49 miliar lembar saham senilai Rp1,37 triliun dengan saham yang ditutup menguat 66 jenis saham, melemah 88 jenis saham, dan stagnan 65 jenis saham.
Pelemahan IHSG kali ini didukung oleh pelemahan di beberapa sektor unggulan dalam negeri. Hanya saham dari sektor perkebunan saja yang tercatat menguat tipis sebesar 5,11 poin ke level 1.910,19.
Bursa regional pun juga cenderung bergerak melemah, antara lain indeks Hang Seng anjlok 122,27 poin ke posisi 21.163,3, indeks Nasdaq turun 29,15 poin ke level 2.291,25. Kendati demikian, indeks Nikkei 255 naik 112,09 poin ke posisi 10.849,6.
Saham yang ditutup menguat atau top gainer, seperti PT Delta Djakarta Tbk (DLTA) menguat Rp7.000 ke Rp69.000, PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) naik Rp275 ke posisi Rp5.050, PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) menguat Rp200 ke Rp24.700, dan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) naik Rp50 menjadi Rp13.850.
Saham-saham yang ditutup melemah atau top loser, antara lain PT United Tractors Tbk (UNTR) melemah Rp750 ke Rp17.600, PT Astra International Tbk (ASII) turun Rp500 ke Rp35.300, PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) melemah Rp250 ke Rp11.400, dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) turun Rp200 menjadi Rp7.900.
Tags: delta djakarta, indeks harga saham gabungan, pt astra international, rp200, rp50, unilever indonesia tbk
