FTA China-ASEAN, Siapa Rajin Garap PR

FTA China-ASEAN, Siapa Rajin Garap PR

Dalam satu kelas, biasanya ada murid yang mengerjakan tugas dengan baik dan ada pula yang setengah-setengah, atau bahkan tidak mengerjakan pekerjaan rumah sama sekali. Konteks ini tidak hanya berlaku di kelas sempit, tetapi juga dalam konteks ”ruang kelas” yang lebih besar.

Mulai 1 Januari 2010, kawasan perdagangan bebas antara China dan ASEAN (free trade area/FTA) mulai berlaku. FTA akan melibatkan enam negara ASEAN, yaitu Brunei, Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand. Pada tahap kedua tahun 2015, FTA melibatkan anggota lain, yaitu Kamboja, Laos, Myanmar, dan Vietnam.

Dengan adanya FTA tersebut, 90 persen produk China dan ASEAN akan menikmati tarif nol persen. FTA China dan ASEAN merupakan FTA terbesar yang pernah ada. Total populasi yang dilingkupi FTA tersebut mencapai 1,9 miliar orang. China telah menjadi mitra dagang ketiga terbesar ASEAN dengan total nilai perdagangan sebesar 230 miliar dollar AS pada tahun 2008.

Tidak ada yang meragukan kemampuan ekonomi China. Negara yang memiliki sejarah lebih dari 2000 tahun itu baru membuka diri terhadap ekonomi pro pasar 30 tahun lalu. China baru bergabung dengan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) pada tahun 2001. China telah menandatangani FTA dengan Chile (2005), Pakistan (2006), Selandia Baru (2008), dan Peru (2009). Dalam waktu yang terhitung singkat itu juga terlihat banyak sekali perubahan dan perbaikan terutama perdagangan. Pada akhir tahun 2009, mereka telah mengalahkan Jerman sebagai negara pengekspor terbesar di dunia.

Tentu semuanya itu tidak didapatkan tanpa kerja keras. Uni Eropa dan AS berkali-kali mengeluhkan praktik dagang China yang memang terkadang tidak sesuai aturan perdagangan dalam kerangka WTO, seperti insentif industri yang terkadang merupakan subsidi terselubung.

Tags: , , , ,

Leave a Reply