BI Intervensi, Rupiah Menguat

BI Intervensi, Rupiah Menguat

JAKARTA – Kurs rupiah terhadap dollar AS di pasar spot antarbank Jakarta, Kamis (21/1/2010) pagi menguat 15 poin namun posisinya masih di atas angka Rp 9.300 per dollar AS, karena masuknya Bank Indonesia (BI) ke pasar untuk menahan laju tekanan pasar terhadap rupiah.

Nilai tukar rupiah terhadap dollar menguat menjadi Rp 9.315-Rp 9325 per dollar dibanding penutupan hari sebelumnya Rp 9.328-Rp 9.338.

Kepala Divisi Keuangan PT Bank NISP Tbk, Suriyanto Chang di Jakarta, Kamis mengatakan, pelaku pasar sebenarnya ingin membeli dollar, menyusul menguatnya mata uang asing di pasar regional. “Dollar AS terhadap euro menguat, akibat memuncaknya kekhawatiran tentang ekonomi Eropa. Dollar AS juga mendapatkan dorongan dari pengetatan kredit China,” kata Suriyanto.

Mata uang tunggal Eropa itu berpindah tangan pada 1,4092 dollar AS dari 1,4291 dollar AS. Faktor utama kenaikan rupiah, menurut dia, karena BI masuk pasar dengan melepas cadangan devisa untuk membeli dollar, sehingga memicu rupiah menguat. “Kami memperkirakan, rupiah pada sore nanti masih sulit untuk bisa bergerak naik, karena tekanan pasar makin menguat,” katanya.

Menurut dia, rupiah sepanjang pekan ini diperkirakan akan berkisar Rp 9.250 sampai Rp 9.370. Apabila mendekati angka Rp 9.400 per dollar AS, kemungkinan BI akan kembali melakukan aksi dengan dana cadangan yang dimiliki. “Rupiah masih akan tertekan oleh pasar, karena pelaku khawatir dengan pengetatan kredit yang dilakukan negara tirai bambu itu,” ucapnya.

Pengetatan kredit China, sebenarnya tidak berpengaruh besar, hanya efek psikologis saja dari diterapkannya pengetatan kredit tersebut. “Kami optimistis pada hari berikut efek psikologis itu akan hilang dan perdagagan rupiah akan kembali normal,” ucapnya.

Tags: , , , , ,

Leave a Reply