Ancaman Baru Mengintai

Ancaman Baru Mengintai

Belum lagi perekonomian global yang tahun lalu terpuruk dihajar krisis kembali berdiri kokoh, ancaman baru sudah mengintai. Salah satunya dari harga minyak mentah dunia yang setahun terakhir naik hampir dua kali lipat dan diprediksikan bakal terus menguat dengan pulihnya permintaan dan ekonomi dunia.

Banyak kalangan, mulai dari ekonom, analis minyak, hingga lembaga seperti Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional (IMF), mengingatkan kemungkinan terlalu cepat naiknya harga minyak menjadi ancaman bagi proses pemulihan ekonomi global yang masih rapuh.

Di dalam negeri, sejumlah ekonom sudah mengingatkan perlunya langkah antisipasi lebih dini dari pemerintah, mengingat posisi APBN 2010 yang menggunakan asumsi harga minyak mentah 65 dollar AS per barrel dan pere konomian secara keseluruhan akan mengalami kesulitan jika harga minyak mentah sampai kembali bertengger di atas 100 dollar AS per barrel.

Ekonom dan analis minyak terkemuka, Nouriel Roubini dan Daniel Yergin, melihat harga minyak dunia sekarang ini tak mencerminkan kondisi fundamental permintaan dan pasokan global, tetapi lebih dipicu oleh melemahnya dollar AS (yang membuat investor banyak menubruk komoditas seperti minyak) dan optimisme berlebih (unjustified optimism) investor terhadap prospek pemulihan ekonomi global.

Keyakinan investor soal bakal pulihnya dengan cepat ekonomi dunia (yang berarti juga permintaan terhadap minyak) didasarkan pada proyeksi ekonomi global yang dikeluarkan oleh sejumlah lembaga, termasuk IMF, mengenai sudah mulai pulihnya ekonomi global.

Tags: , , , , , ,

Leave a Reply