Pekan mode dimaksudkan sebagai tempat di mana para perancang menyampaikan ide-ide mereka. Di luar panggung, karya mereka disesuaikan dengan kebutuhan nyata konsumen.
Karena itu, John Galliano untuk labelnya sendiri menampilkan rias wajah yang ekstrem, untuk menunjukkan sikapnya yang tidak mau tunduk para arus pasar. Tetapi, untuk Dior, dia menampilkan sisi cantik perempuan dengan tema dari film layar lebar tahun 1940-an. Maka, lipstik berwarna merah menyala dan rambut ikal sebahu yang dibiarkan jatuh alamiah menjadi pilihan Galliano.
Dunia telah berubah, kutub kekuasaan telah terpecah-pecah, juga dalam mode. Tak ada lagi satu tren tunggal yang mendominasi. Setiap orang bisa memilih apa yang paling nyaman untuk dirinya.
Begitu pula dalam riasan. Rumah busana Chanel tentu saja tetap mempertahankan gaya anggunnya, seperti juga Lanvin. Lain lagi dengan Louis Vuitton. Kali ini gaya Afro look mewakili suasana zaman.
Lalu, di manakah letaknya apa yang dulu sering disebut “penampilan menyiratkan kepribadian”? Apakah penampilan yang berubah-ubah sesuai siklus mode merupakan kepribadian itu sendiri, bahwa yang konstan adalah perubahan?
Dalam masyarakat yang lebih demokratis dan mengglobal sekarang, perubahan tidak bisa datang hanya dari produsen dan konsumen. Ada interaksi terus-menerus di antara keduanya yang menyebabkan lahirnya produk-produk baru. Para penemu memungkinkan munculnya produk-produk kosmetik dan perawatan wajah yang kini memasuki ranah molekul. Para pengiklan dan pemasar bertugas menjembatani kedua pihak. Hanya konsumen kritis yang dapat memilih dengan baik.
Tags: ekstrem, konstan, penampilan, perawatan wajah, perempuan, produk baru, produk kosmetik, rambut, rias wajah
