BAGHDAD – Perdana Menteri Irak Nuri al-Maliki ditinggal pergi, Selasa (25/8). Partai-partai Syiah yang dulu membantu Maliki duduk di kursi PM (tiga tahun lalu) memilih membentuk aliansi baru tanpa dirinya. Partai-partai Syiah sepakat tidak mengajukan Maliki sebagai kandidat PM pada pemilu Januari mendatang.
Keputusan kelompok Syiah itu menghancurkan kesempatan dan peluang untuk mempertahankan posisinya. Kini Maliki makin terdesak atau tidak memiliki pilihan lain untuk mendekati partai-partai Sunni jika ingin memperkuat posisinya. Maliki tak pernah bisa mengandalkan partai politik, apalagi karena partainya, Partai Dawa, termasuk partai kecil.
Selama ini Maliki dikenal sebagai pemimpin tegas yang giat menumpas kelompok-kelompok bersenjata yang setia kepada ulama Syiah anti-AS, Muqtada al-Sadr, di kota Baghdad dan Basra. Akan tetapi, upaya Maliki memperoleh dukungan rakyat akhir-akhir ini berantakan akibat gelombang kekerasan yang meningkat. Ini yang membuat publik meragukan kemampuan pemerintahan Maliki dalam menjamin keamanan rakyatnya.
Aliansi Nasional Irak
Blok baru yang disebut dengan Aliansi Nasional Irak akan mengikutsertakan partai Syiah terbesar, Majelis Tertinggi Islam Irak (SIIC), dan kelompok Sadr. Dua partai ini sama-sama mempunyai hubungan dekat dengan Iran.
Meski ada beberapa partai kecil Sunni dan partai sekuler yang bergabung dalam SIIC, masih banyak warga Sunni yang menilai SIIC sebagai instrumen Syiah di Iran. Jika aliansi yang baru dapat memenangi pemilu, kemungkinan besar pengaruh Iran akan makin dalam di Irak. Padahal, pasukan AS telah keluar dari Irak.
Partai Dawa juga mempunyai hubungan dekat dengan Iran, tetapi Maliki berusaha mencegah Iran mencampuri urusan dalam negeri Irak. Bahkan, Iran dituduh mendukung kelompok bersenjata Syiah. Dukungan Maliki makin menghilang. Politikus Syiah pun makin khawatir akan kehilangan kursi lebih banyak dalam pemilu parlemen mendatang jika Maliki tetap dipertahankan. Aliansi baru Syiah itu antara lain beranggotakan mantan PM Ibrahim al-Jaafari, Wakil Presiden Adel Abdul-Mahdi, dan mantan Wakil PM Ahmad Chalabi.
Tags: gelombang, keamanan, muqtada al sadr, nuri al maliki, partai politik, pemilu, pemimpin, perdana menteri irak, siic, syiah
