SEOUL – Pemerintah Korea Utara (Korut) menyodorkan rekening hotel hampir 16.000 dollar kepada Korea Selatan (Korsel) setelah menahan dan memeriksa seorang warganya di satu hotel selama 137 hari.
Perusahaan Korsel Hyundai membayar tagihan 15.747 dollar untuk karyawannya itu ketika ia dibebaskan bulan ini dari tahanan di kota perbatasan Kaesong, kata seorang juru bicara kelompok Korsel itu.
“Korut membebaskan pekerja itu setelah perusahaan kami membayar biaya hotel,” katanya kepada AFP, Rabu (26/8).
Yu Seong-Jin, seorang teknisi berusia 44 tahun, pulang ke Korsel setelah ditahan karena menghina sistem politik Korut dan mendesak seorang pekerja lokal di kawasan industri bersama agar membelot.
Ia bekerja di perusahaan Hyundai Asan yang mengoperasikan kongsi bisnis grup itu dengan Korut. Yu tidak dipukul atau dianiaya dan diberi makanan yang layak dan tidur yang leluasa, kata Kementerian Unifikasi Korsel dalam satu laporannya Selasa.
Tetapi ia dalam pemeriksaan-pemeriksaan setiap hari selama tiga bulan secara lisan, katanya. Yu tidak diizinkan melakukan kontak dengan siapapun kecuali dengan para pemeriksanya.
Kementerian itu mengaku Yu menyatakan ia sakit hati kenapa ia ditahan. Tetapi kementerian itu mengatakan para pemeriksa memaksa dia membuat pengakuan palsu bahwa ia pernah bekerja menjadi mata-mata Korsel.
Bos Hyundai, Hyun Jung-Eun yang merundingkan pembebasan itu juga bertemu dengan pemimpin negara itu Kim Jong Il di Pyongyang di tengah-tengah hubungan lintas perbatasan yang mulai membaik.
Ini merupakan pertama kali negara komunis itu mengharuskan para tahanan membayar “sewa hotel.” Pada tahun 1996 negara itu mengenakan hukuman denda 100.000 dollar dan tuduhan-tuduhan lainnya untuk pembebasan seorang Amerika yang berenang melintas sebuah sungai perbatasan. Agaknya ia mabuk.
Anggota Kongres Amerika Serikat (ketika itu) Bill Richardson, yang merundingkan pembebasan Evan Hunziker mengatakan mereka akhirnya sepakat mengeluarkan dana senilai 5.000 dollar untuk “biaya hotel.”
Tags: amerika serikat, eun yang, hunziker, hyun jung, hyundai asan, kongres, korea selatan, korea utara, mata mata, pemimpin negara, perbatasan, sakit hati
